Wahabi Salafi Musuh Islam Sebenarnya

THE REAL ENEMIES OF ISLAM AND HOW TO RECOGNIZE THEM
Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani

Diambil dari http://mevlanasufi.blogspot.com

Musuh Islam Sebenarnya dan Bagaimana Mengenalinya

Musuh Islam sebenarnya saat ini bukan hanya Yahudi, Nasrani, Komunis tetapi juga sesame muslim sendiri. Kebanyakan dari golongan muslim yang menghancurkan Islam, mereka tidak menyadari bahwa tindakannya hanya akan menghancurkan Islam itu sendiri. Berkumpul bersama mereka, berdiskusi, atau bahkan hanya melihat mereka, dapat membawa kegelapan dihati kita. Berdebat dengan mereka adalah tindakan yang terburuk.

Dibalik perhatian mereka yang baik terhadap ibadah mereka, dan hanya Allah swt dan nabi saw yang mengetahuinya, mereka tak dapat menolong diri mereka sendiri untuk menjadi korban dari ibadahnya sendiri. Muslim yang tumbuh dalam lngklungan islam dan semenjak kecil dalam didikan sekolah Islam hingga ketingakt universitas, kurikulum agama islam yang mereka pelajari berdasarkan akidah yang akan menghancurkan Islam itu sendiri.

Media massa, televise, radio , surat kabar, walaupun merupakan program yang sangat relijius, juga artikel mereka di surat kabar merupakan hal yang sangat mendistorsikan pemahaman keislaman. Dan hal ini tak dapat mengangkat citra islam bahkan membuat perpecahan dikalangan umat Islam sendiri. Tetapi mereka masih mengatakan hal itu sesuatu yang islami.

Jangan harapkan mereka, kecuali keburukan saja dari golongan seperti ini. Allah swt telah menuliskan bimbingan dan epetance, bahwa hanya dengan rasa memiliki kepada nabi saw melalui barakah Awliya, mereka dapat menghitung kehidupannya dan melalui pandangan ampunan dan meletakan mereka dibawah sayap intercession.

Dalam pandangan saya , saya hanya melihat satu cara bagaimana menghadapi mereka di Amerika dan didunia barat, dan hal itu adalah dengan cara menjauh dari mereka dan peringati masyarakat tentang mereka. Seoarng syaikh yang saya ketahui mengatakan kepada para murid-muridnya untuk menjauhi mereka, mereka adalah musuh sesungghnya bagi Islam, dan berbicara dengan mereka akan membawa kegelapan pada hati, bahkan pada seluruh sisa umur kehidupan mereka. Dan butuh waktu seratus tahun untuk membersihkan racun dari hati akibat racun dari ibadah mereka.

bagaimana cara mengenali mereka? Disini ada beberapa elemen dasar ciri-ciri mereka sehingga kita dapat menghindari mereka dalam kehidupan didunia maupun diakherat nanti. Insya Allah. Satu-satunya harapan untuk Islam di bumi ini adalah….dst

1. Salat mereka tidak sesuai dari salah satu dari ke empat mazhab dalam islam. Khususnya ketika mereka mengangkat tangan mereka setelah ruku dan menyilangkan tangan mereka diantara ruku dan sujud.

Cara mereka ketika Tashahhud ( ketika duduk tahiyat) dan menggerakan jari telunjuk mereka terus menerus selama tasahud tersebut. Pemahaman mereka terhadap sunah Mustafa, hadist Nabi saw, sangat kontradiksi dengan dengan seluruh mazhab meskipun mereka menggunakan hadist yang sama yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad,” Nabi saw menggerakkan telunjuknya ketika tashahud. Beberapa mazhab hanya menggerakkan tangan sekali saja, kecuali mazhab Maliki dalam seluruh tashahud tetapi hanya menggerakkan kekiri dan kekanan tidak keatas dan kebawah. Mereka membuat cara yang baru dengan menggerakn telunjuk kesegala arah yang sangat bertentangan dengan cara-cara yang disebutkan dalam ke 4 mazhab.

Mereka tidak mengangkat tangan mereka ketika berdoa, mereka tidak menutup kepala mereka ketika solat atau dalam keseharian mereka, meskipun telah diketahui selama berabad-abad, bahwa lelaki yang tidak menutupi kepalanya adalah seperti mereka yang telah kehilangan harga diri dan kehormatannya ( Makhrum al –Muru’a). Mereka tak pernah memakai surban, yang merupakan sunnah Nabi saw, yang selalu digunakan oleh para sahabah dan tabi’in.

Dalam beberapa acara mereka memakai Iq’al. Yang sangat bertentangan dengan sunah, tidak pernah Nabi saw menggunakan Iq’al selama hidupnya.

Mereka tidak pernah melakuakn Shalat Israq, 2 rakaat sunah setelah matahari terbit, Bila hal ini masih belum cukup untuk mengenali tanda-tanda mereka dan menghindari berkumpul bersama mereka bahkan menjauh dari mereka, maka ada beberapa cirri-ciri mereka lainnya seperti disebutkan dibawah ini.

Mereka berkata, bahwa solat mereka hanya mengikuti Quran dan sunah saja. Berarti kehidupan Islam yang dibangun muslim selama lebih dari 13 abad, sebelum faham mereka muncul pada tahun 1930 an mereka katakan tidak mengikuti Quran dan Sunah. Tetapi mereka juga mengatakan kembali kepada sunah adalah keharusan, jangan dengarkan para Imam 4 mazhab atau ulama islam lainnya, siapapun mereka.

Mayoritas muslim akan berpegangan pada Ulama Besar Islam dijaman awal yang mengatakan,” Jika kalian melihat apa yang saya katakan dan hal itu bertentangan dengan sunah Nabi saw, maka abaikan apa yang saya katakan, dan ikuti sunah saja”. Kata-kata ini menggambarkan betapa rendah hatinya ulama besar jaman awal yang tidak ingin menonjolkan diri, tetapi saat ini mereka menghantam saja. Mereka tidak memperhatikan , bahwa Imam yang mengatakan hal ini juga mengatakan,” Jika Nabi saw meninggalkan ku meski hanya satu malam, saya akan menganggap diriku sebagai hipokrit”. Ini adalah ucapan Abu Hanifa Ibn Numan, mudah-mudahan Allah merahmatinya.

Mereka juga berkata,”Mereka adalah manusia biasa dan kita juga manusia”. Kita tahu saat ini yang mereka tak tahu. Yang paling moderat diantara mereka adalah mereka yang tidak berbicara negative mengenai Imam ke 4 mazhab, meskipun demikian mereka tetap tidak mengikuti kebiasaan Imam ke-empat Madzhab tsb. imam tsb. Mereka mengikuti cara mereka sendiri berdasarkan buku terkenal Sifat Salat Nabi saw, oleh Nasrudin al Albani, Albani bahkan tidak pernah bisa membuktikan bahwa ia telah mendapat Ijazah untuk mengajar dari gurunya, tentu saja saya lebih mengikuti Imam Malik, Abu Hanifa, Imam Syafi’I atau Ibn Hambali.

Satu dari argument terburuk mereka, adalah bertanya mengenai dalil dari Al-Quran dan Sunah yang menjadi pedoman para Ulama Besar tadi. Mereka tidak mengerti bahwa Al-Quran dan Sunah adalah pilar yang mana antaralainnya terbukti termasuk juga Qiyas, Ijma’a, Qaul para Sahabat. Dan juga yang tak kalah pentingnya adalah Maaruf, atau berdasarkan pendapat orang yang memiliki moral yang baik dan setuju bahwa amalan tersebut adalah baik.

Jika kalian bertanya kepada mereka mengenai kebiasaan muslim di seluruh dunia memperingati hari kelahiran atau Mawlid Nabi, maka mereka akan mengatakan Bid’ah.

Masjid-masjid mereka hanya memiliki dinding yang putih saja, padahal rumah dan kantor mereka penuh hiasan kaligrafi. Tak perlu bertanya kepada mereka mengapa demikian, karena mereka tak akan menjawabnya. Mereka mungkin saja sangat dermawan dan kaya, tetapi berhati-hatilah apa yang mereka katakan dibelakang kalian jika kalian mengatakan bahwa kalian adalah murid dari Syaikh ini. Itulah adalah salah satu dosa terbesar dalam pandangan mereka jika kalian memiliki Syaikh.

Mereka mungkin memaafkan kalian jika kalian tak tahu ilmu agama, tetapi mereka tak akan memaafkan kalian jika kalian mempelajari agama melalui seseorang Mursyid. Mereka lebih memilih belajar melalui buku, video tape atau melalui universitas mereka.

Poin terakhir dalam bagian ini adalah interpretasi literal mereka dalam sebuah hadis Nabi saw seperti,” Apa yang terdapat di bawah engkel adalah neraka!. Disisi lain mereka cenderung untuk mencari interpretasi sendiri, tetapi paling obvious dari hadist kewalian,” “Aku akan menjadi mata baginya bagi apa yang dilihatnya, menjadi pendengarannya ketika ia mendengar, menjadi tangannya untuk memegang, dan menjadi kakinya dimana ia melangkah”. Pernah saya katakan hadist ini kepada seorang teman di perpustakaan Islamic Center dan satu dari mereka yang duduk disebelahku berkata,” Ini adalah Hululiya!”. Saya tak dapat menahan berkata,” Jika Nabi saw berkata ini adalah hululiya maka saya hululiya!”.

Wa min Allah at Tawfiq

& Komentar

  1. rasyid berkata,

    Juli 17, 2007 pada 8:01 am

    Tulisan yg bagus. Sungguh, kita tidak berharap banyak bahwa ini akan menyadrkan saudara-saudara kita yg telah terjebak masuk ke ajaran Salafi, yg masya Allah sangat jauh dari akhlak dan moralitas Islam. Akan tetapi paling tidak ini akan menjadi timbangan bagi semua orang yang mau berfikir. Salam.

  2. andi berkata,

    Juli 30, 2007 pada 6:14 am

    ketakutan NU

  3. dan berkata,

    Juli 31, 2007 pada 10:21 am

    wallahulmusta’an

  4. September 14, 2007 pada 4:35 pm

    [...] Wahabi Musuh Islam Wahabi Salafi Musuh Islam Sebenarnya [...]

  5. sideru berkata,

    September 20, 2007 pada 1:59 pm

    bagaimana anda bisa mengatakan demikian..??
    tega sekali anda memecah belah islam..
    yang saat ini kita buthkan adalah persatuan umat, bukan tulisan yg mendiskreditkan suatu kelompok semacam ini..!!
    saya bukan salafi bukan HT, NU, Muhamadiyah, atau apapun, tapi saya sungguh sedih melihat tulisan anda..
    semoga Allah melembutkan hati kita..

  6. syahid berkata,

    November 12, 2007 pada 6:39 am

    Sungguh tidak ada sebaik 2 teladan sebaik teladan Rosulullah, Peganglah dengan kuat Al-Quran dan Sunnah niscaya engkau tidak akan tersesat, jadikanlah imam Mahzab sebagai guru kita tapi jangan jadikan keputusan2 beliau (salah satu ulama’) sebagai doktrin sehingga menjadiakn beliau2 sebagai Rosulullah atau menggantikan Rosulullah. Smoga Allah slalu memberi petunjuk dan rahmat-NYA kepada kita smua umat muslimin dan tidak mennyempitkan dada dan pikiran kita karena kebodohan kita terhadap agama ini.

  7. Muzaki berkata,

    November 28, 2007 pada 11:02 pm

    Alhamdulillah ada yang menulis setepat ini.

  8. alan berkata,

    Desember 8, 2007 pada 2:26 pm

    NU benar2 takut kehabisan massa, karena pemahaman tersebut cepat sekali tersebar. salahnya sendiri lebih mentingin amplop ketika di undang khutbah jumat. jika ada dua undangan maka dia memilih undangan yang besar isi amplopnya dari pada mengharap ridho allah. begitu lah. masjid nu sepi sekali cuma maghrib ma sholat jumat aja yang ramai. maaf2 saja, psk dan germo yang ada di lokalisasi di jawa timur . memang ktp mereka islam tetapi ketika ditanya lebih memilih nu apa muhammdiyah pasti nu pasti dan pasti karena mereka itu takut kalo mati ndakdiselameti,begitulah karena nu paling malas diajak bersyariat islam . sudah jelas2 memanjangkanjenggot itu sunnah yang mulia tetapi kalangan mereka lebih memilih memanjangkan kumis daripada jenggotnya. sekarang saya tantang anda semua, mana dalil selamatan 7 hari,40hari,1000hari mana? mana? ayo!!!!dalil pasti kalo ada perintah ato sunnahnya maaap bukankiasan. lebih jelasnya di india ada yang bermadzhab imam syafii tapi ndak ada tuh acara selamtan. kacian deh itu khan budaya jawa. capek deh!!!!
    terus tentang kalimat jangan dengarkan para Imam 4 mazhab atau ulama islam lainnya, siapapun mereka. memfitnah ya !! setau saya dalam kajian mereka pun membandingkan dan mengambil pendapat para imam yang kuat.
    Jika kalian melihat apa yang saya katakan dan hal itu bertentangan dengan sunah Nabi saw, maka abaikan apa yang saya katakan, dan ikuti sunah saja”. ini fatwa beliau bung semoga allah merahmati ulama2 salaf. tetapi jika ada pendapt beliau yang sesuai tuntunan maka kita boleh mengambilnya.
    jangan menfitnah bung !!!

  9. alan berkata,

    Desember 8, 2007 pada 2:28 pm

    Muzaki berkata,

    Alhamdulillah ada yang menulis setepat ini. yang dimaksud setepat ini adalh tulisan bung alan. hehehehehe!!!!

  10. reza berkata,

    Januari 7, 2008 pada 12:42 am

    Memang benar pernyataan dari Syaikh Bin Baz: Mayoritas manusia saat ini dalam keadaan jahil (bodoh), lalai dan lebih mementingkan duniawiyah.
    Wah, NU ketakutan niy…
    Wallahu a lam

  11. reza berkata,

    Januari 8, 2008 pada 4:08 am

    Benar kata Imam As Syafii
    IMAM As-syafi’i berkata: “Seandainya seseorang menjadi sufi pada pagi hari, maka siang sebelum dhuhur ia menjadi orang yang dungu”. Dia (Imam asSyafi’i) juga pernah berkata: “Tidaklah seseorang menekuni tasawuf selama 40 hari, lalu akalnya (masih bisa) kembali normal selamanya.” [Talbis Iblis, Ibnul Jauzy]

  12. Alpin berkata,

    Februari 9, 2008 pada 5:09 am

    saya berharap pernyataan diatas hanya didasari dengan emosi semata. bukan untuk menuduh umat islam yang ingin mengikuti sunnah nabi sebagai musuh islam.mungkin anda seharusnya menilai seseorang, harus menggunakan dalil atas semua yang mereka lakukan dalam beragama benar atau tidak.
    jangan menggunakan akal sebagai dasar pertama pemikiran anda tentang agama islam.saya yakin anda adalah seorang yang paham tentang agama islam. bukan seorang JIL yang mengedepan akal daripada dalil
    Maju terus agama ku

  13. Fajri Salim berkata,

    April 7, 2008 pada 3:45 pm

    Maha suci allah tuhan semesta alam,Yang telah menjadikan dien islam sebagai pedoman dan jalan hidup yang beriman,yang mengajarkan akhlak yang baik,budi pekerti yang luhur,dan saling menyayangi dan nasehat menasehati dalam kebenaran, semoga kita semua mendapatkan hidayah nya dan mendapat petunjuk yang lurus dengan berusaha mempelajari kembali sunah2 dan hukum2 dan akidah agama yang benar …..amin, “mata cinta terasa letih memandang aib,tapi mata murka selalu menampakan aib”……. allahualam

  14. Semul berkata,

    April 13, 2008 pada 3:24 am

    Tulisan seperti diatas sebenernya gak aneh, udah banyak ditulis orang orang tasawuf, ahli bid’ah dan orang orang yang mengikuti hawa nafsu. Contohnya di Indonesia , banyak orang yang mengaku ngaku pengikut setia mazhab Imam Syafii, tetapi aqidahnya jauuuh sekali dengan apa yang diajarkan oleh beliau, bener bener sudah tertutup mata hatinya. Lebih gila lagi kalo kita mencoba mengingatkan mereka untuk kembali kembali mengikuti sunnah yang mulia, dianggap jauh dari moralitas dan akhlak Islam..LUAR BIASA!!. Yang lebih bikin runyam sebenernya banyak orang orang yang bodoh dan dangkal ilmunya ikut ikutan ngomong gak karu karuan, taqlid sama kyai kyainya dan merasa sebagai ahlus sunnah wal jamaah…mo jadi apa??

  15. nurulaeni berkata,

    Juni 6, 2008 pada 3:28 am

    saya katakan LUAR BIASA,,,,,,,……. ANDA HEBAT, Wallahulmusta’an

  16. hari berkata,

    Agustus 7, 2008 pada 6:33 am

    saya katakan LUAR BIASA,,,,,,………ANDA HEBAT (memecah islam, membuat fitnah, membuka aib sendiri(kebodohan, fanatik mazhab,)) banyak banget deh, smp saya bingung mengungkapkannya.

  17. ahlulbait family berkata,

    September 17, 2008 pada 11:31 pm

    Askumw2, masalah umat Islam hari ini adalah tidak memiliki 1 orang Imam yang menjadi rujukan, sebagaimana RSAW menjadi rujukan para sahabat. Sepatutnya hari ini Saudi lah yang menjadi rujukan kita umat Islam sedunia untuk melawan hegemoni barat, tapi dia malah kerjasama dengan kuffar, di dalam Al Quran dikatakan, ” Asidda ‘u ‘alal kuffar, ruhamahum baina hum”, tp ini malah keras sesama muslim, berkasih sayang dengan orang kuffar”. Kita perlu Pemimpin, kita perlu Rasuli Rasul (fotokopi Nabi SAW), tp mana? dimana? Untuk meluruskan masalah Wahabi ini tidak akan ada yang mampu pada hari ini… kecuali Imamul Mahdi Al Muntazar. Bersabarlah wahai saudaraku… kalian sedang dipecah belah oleh Yahudi. Sewaktu ane di Swedia dulu, ane jumpa 2 orang pendeta Nasarani yang sedang berbincang-bincang dengan bahasa dia lah, dia kira ane tak paham bahasa dia, mereka mengatakan, “biarlah umat Islam berperang sesama mereka sendiri, kita nanti yang akan berdiri di atas bangkai mereka”

  18. reyang berkata,

    September 20, 2008 pada 2:44 am

    Buat Alan….

    Sampeyan ini kayak orang kesurupan,ngomong ngelantur…Ga sadar tah?…yang menfitnah itu ente…Jangan asbun/asal bunyi saja.Kalau ada orang NU yang salah,ya salahin oknumnya,tapi apa ente tahu kalau kiyai NU hanya mengharap amplop dan tidak mengharap ridho Allah?..Suudzdzon bnget ente…sok jago nantang berdalil…ente tuh masih bau kencur dibanding para ulama dan kiyai-kiyai yang ente buruk sangkakan itu..

    Justru beberapa kiyai yg ana temui,sewaktu ana mondok dulu,sangat luar biasa…tawadhu’,alim,tak pernah tinggal sholat berjamaah kecuali jika ada ‘udzur,hafal al qur’an,hampir tiap malam tahajjud,mengajar santri kitab dan Al qur’an tiap saat,selalu membimbing santri agar senantiasa menjalankan sunah Nabi SAW,tidak pernah suudzdzon kepada yang lain,apalagi menfitnah,alim dan sangat rendah hati,mengajar tafsir alqur’an,hadits bukhori,tauhid,fiqh,soal mawarits/faroidh,nahwu shorof,bayan,mantiq,balaghoh dan lain lain.

    Saya tanya ente dari yang paling dasar…ente fasih ga baca Al Qur’an?….apalagi kalo ana tanya ente,ngerti gramatika arab ga?belajar tafsir ga?tahu mustholahatul hadits ga?…Ente nih masih keropos..ilmu ante baru kulit,ngaji masih pas2an,mungkin cuma dari dauroh ke dauroh,atau njiplak di website2..atau cuma ikut2an jadi pemecah belat umat islam !!!..

    Pake nantang dalil-dalil segala ente…kayak ngajak perang…Al Qur’an dan hadits cuma dibuat alat untuk memecah belah,dalil dipelintir hanya untuk menvonis dan menghakimi orang lain…Kita nih baiknya terus menuntut ilmu,lalu amalkan.dengan harapan agar ilmu berbuah dan kita bisa mulia dan soleh.Karena tujuan kita menuntut ilmu tak lebih karena itu adalah perintah agama,seiring dengan itu kitapun dituntut untuk mengamalkannya agar kita benar2 menjadi hamba Allah yang taat dan mampu menyadari keharusan kita dalam mengaplikasikan hablum minalloh dan hablum minannas.

    Masalah 7 hari,40,100 atau 1000 dst…tak ada satupun dari ulama yang mewajibkannya.Makanya tanya para ulama wajib ga hukumnya semua itu?..dalam arti kalau tidak dilakukan 7 hari,100 dst terus orangnya berdosa ?..ga ada tuh yang bilang kayak gitu..Kalau ente bilang kok hal itu selalu ada dan terjadi?..ente keliru jika beranggapan demikian,karena hal tersebut dikampung ana ada yang ngadain dan ada juga yang ga…tap[i semuanya biasa aja tuh,padahal NU semua..

    Imam Syafi’i rahimahullah tak ada kaitannya sama sekali dengan soal ritual 7 hari,40,100 atau 1000…Ini sepertinya ente juga kurang faham..

    sudahlah…ente termasuk ana juga mesti banyak ngaji lagi..dan hindari perdebatan yang bisa merusak ukhuwah islamiyyah ini…karena kita sadari itu sudah terjadi sejak lama,dan sadarkah kita bahwa hal ini bisa dimanfaatkan orang-kafir dan munafik yang memang sengaja untuk memecah belah umat islam…jangan terjebak dan bahkan ikut menjadi pemecah belah…

    rajut dan tetap gandeng tali persaudaraan sesama umat islam….

  19. Zulfikar berkata,

    September 20, 2008 pada 3:09 am

    bukankah musuh terbesar Islam di Indonesia ini adalah si durrahman wahid???, dan pendukung2nya yg bodoh? sebenarnya mereka lah yg merusak Islam dari dalam..mereka berpeci,bersarung tapi akidah&sholatnya rusak…seandainya Imam Mahdi telah hadir, ana yakin orang2 seperti mereka lah yang pertamakali diperangi….

  20. reyang berkata,

    September 20, 2008 pada 9:09 pm

    zulfikar….Itulah type macam ente yang gegabah dan berani menfonis seseorang menjadi musuh islam.Padahal secara HAKIKAT,ente ga tahu kalao orang yang ente tuduh musuh islam itu masih meyakini syahadatnya,masih sholat,zakat dll….firman Allah sangat jelas “innasysyaithoona lakum ‘aduwwum mubiin…sesungguhnya syaithon bagimu adalah musuh yang nyata”.Tapi ente sudah berani mengklaim seseorang musuh islam.menganggap saudara muslim adalah syaithon yang jelas tempatnya dineraka dan neraka sebagaimana firman Nya “u’iddat lilkaafiriin…dipersiapkan untuk orang-orang kafir”..

    kalau kita mau obyektif diantara orang-orang NU ada yang sefaham dan ada pula yang tidak sefaham dengan orang yang kau tuduhkan sebagai musuh itu.Dan jika engkau anggap para pengikutnya adalah orang-orang bodoh,maka pengklaiman itu pun tidak seutuhnya benar.Karena banyak orang-orang yang kritis juga terhadap orang yang ente tuduh sebagai musuh islam itu.Itu berarti dalam NU tidak bisa dilihat secara organisasinya,tapi lebih cenderung personnya.

    Ente yang pinter mestinya kasih contoh yang baik buat mereka yang ente anggap bodoh,bukan malah nyontohin untuk nuduh orang sembarangan.Lisanmu adalah raja dan pedang..jagalah lisan ente wahai zulfikar yang pinter…

    Bagaimanapun lebih susah ngomong sama orang pinter kayak ente dari pada mereka yang bodoh.karena ente pinter pasti ente dah nyiapin setumpuk dalil dan tuduhan2 lain yang siap ente luncurkan lagi…

    Semoga Allah mengampuni kita semua…amiiiin

  21. reyang berkata,

    September 20, 2008 pada 9:33 pm

    Sebuah kata-kata bijak Imam Ali bin Abi Tholib Karromallohu wajhah:
    “LISAANUKA HISHOONUKA,IN SHUNTAHUU SHOONAKA”…Lisanmu adalah penjagamu,jika engkau menjaganya maka ia akan menjagamu”.(Imam Ali Bin Abi Tholib).

    Sebuah nasehat dari Ulama :”LIKULLI QOULIN JAWAABUN,WALIKULLI ‘AMALIN HISAABUN,FALAA TAQUULANNA MURRON WALAA TAF’ALANNA SYARRON”…”Tiap-tiap ucapan ada jawaban,dan tiap-tiap amal ada hisab,maka janganlah berkata yang pahit/menyakitkan dan janganlah melakukan keburukan”.(Kitab Aushoffu Ahlil jannah,hal 81 Asysyekh Muhammad Mutawaalli Asysya’roonii.cetakan Almaktabah Al”ashriyyah,beirut,lebanon).

    Imam Ali bib Abi Tholib Rodhiyallohu ‘anhu wakarromallohu wajhahu berkata:
    “INNAHUU LAA GHINAA A FII KATSROTI ‘ADADIKUM MA’A QILLATIJTIMAA’I QULUUBIKUM”….mayoritasnya kalian tidak akan berarti apa-apa tanpa bersatunya hati kalian”(Imam Ali)

    Imam Syafi’i Rohimahullahu ta’aalaa berkata:
    “SHUNIINNAFSA WAHMILHAA ‘ALAA MAA YUZAYYINUHAA # TA’ISY SAALIMAN WALQOULU FIIKA JAMIILU”…Jagalah hatimu,berusahalah engkau menghiasinya…Engkau akan hidup selamat dengan sebab keindahan dan kebaikan tutur katamu”.(Imam Syafi’i rohimahullooh)

  22. jaulah berkata,

    Oktober 20, 2008 pada 2:59 am

    weleh weleh….yahudi..dan nasrani bukan musuh aqidah……nulis kok sageleme dewe…………
    musuh sebenarnya ya syetan

  23. purwan berkata,

    Oktober 30, 2008 pada 6:23 pm

    TIDAK ADA ISLAM WAHABI,
    Yang ada adalah Islam yang sesuai dengan Nabi Muhammad Saw dengan pemahaman para sahabat.
    Kenapa masih suka nambah-nambahi dalam Ibadah. Muhamad bin Abdul Wahab adalah ulama yang memerangi Syirik, Bid’ah dan kurofat

  24. Koko Noca berkata,

    November 13, 2008 pada 4:47 am

    Gw setuju apa yang reyang katakan… semoga Allah memberi rahmat kepadanya… Jangan menuduh sesama muslim, Apakah kelompok ini yang benar atau kelompok ini yang salah.. Gw hidup di tengah2 orang2 non muslim.. Kita orang muslim selalu menjadi bahan tertawaan mereka karena kita selalu saling gontok2an dan saling hina..apalagi ketika terjadi bom di Newyork dan bali.. waktu itu habislah islam saya di tuduh macam2. Alhamdulillah mereka mengerti ketika saya katakan kepada mereka bahwa islam saya adalah islam mengikuti Rasulullah Saw, Jihad yang terbesar sesungguhnya adalah menahan hawa nafsu . Janganlah perbedaan ini menjadikan kita hancur terpecah belah tapi jadikan sebagai ilmu pengetahuan untuk menambah keyakinan dan ibadah kita kepada Allah Swt.. Biarlah Salafi, Nu, Muhammadiyah dan lain2 berbeda pendapat.. asalkan perbedaan itu jangan sampai keluar dari Aqidah Islam… bertoleransilah….

  25. bams berkata,

    Januari 8, 2009 pada 12:09 pm

    walah walah udahlah gak usah perang mulut,tu ikut aja jadi mujahid di palestine

  26. thomas ramadhan berkata,

    Januari 14, 2009 pada 1:26 pm

    allah h akbar

  27. thomas ramadhan berkata,

    Januari 14, 2009 pada 1:26 pm

    islam rahmatan lil alamin

  28. abdullah berkata,

    Januari 26, 2009 pada 10:13 am

    tahukah anda di indonesia sudah ada cikal bakal faham dajjal…yg di bawa oleh…durrahman wahid….orang yg jadi sobat simon perez (laknatullah) tdk ada rasa empati dan simpati ketika gaza di serang, malah menyalahkan umat muslim disana(hamas).

  29. abdullah berkata,

    Januari 26, 2009 pada 10:19 am

    hanya orang bego bin bloon yg masih tetep nanggapi omongan durahman wahid….yg menganjurkan agar NU (PKB) berontak pada pemerintahan…disebabkan dia tak bisa jadi presiden,…tolong sdr2ku fikir dengan jernih apakah ini yg bisa disebut kyai,ulama yg bisanya hanya memecah belah umat…???!! ANEH…bin AJAIB….

  30. eskage berkata,

    Januari 27, 2009 pada 1:35 pm

    O o… Debat boleh, tapi jangan menyinggung personal atau menjelekkan. Berdebatlah secara islami, jangan berdebat seperti yahudi.

  31. boytoock berkata,

    Februari 3, 2009 pada 11:53 pm

    Bismillah wassalatu wassalamu ala Rasulillah

    Alhamdulillah, dari komentar2 diatas, saya masih mendapati bahwa banyak umat Islam yang sekarang semakin “smart” dalam beragama.

    Saya sendiri hanyalah seorang “pencari kebenaran”, dan alhamdulillah saya mendapati beberapa point dari kesalahan-kesalahan orang-orang yang menuduh wahabi sebagai aliran sesat :
    1. Biasanya berpikiran jumud (kolot), lebih kolot daripada apa yang mereka tuduhkan kepada orang-orang yang mereka anggap wahabi.
    2. Biasanya orangnya terlalu taqlid buta terhada kyainya atau golongannya. Yang penting kyai saya begini…ngomong begini…bla…bla…bla…sehingga dari omongannya terlihat bahwa ia takut kalau golongannya kalah.
    3. Biasanya orangnya sangat benci terhadap seruan kembali kepada As-Sunnah dan meninggalkan bid’ah.
    4. Biasanya orangnya terlalu melampai batas dalam mengagungkan wali.
    5. Biasanya orangnya justru paling banyak meninggalkan sunnah, karena terlalu banyak berkutat dalam “kebid’ahan” seperti memelihara jenggot, memotong kuku, makan dengan tangan kanan, dll.
    6. Biasanya paling suka memakai hadits-hadits dlaif dalam fadhail a’mal dan meninggalkan hadist-hadits sahih (seperti di kita Sahih Bukhari dan Muslim,dll), padahal hadist hanya bersifat “dzanni” (lihat di kitab2 Musthalahul hadits), dan yang paling bagus adalah beramal dengan hadist yang dzanninya sahih.
    7. Biasanya berpahaman bahwa kalau sudah bermadzhab harus fanatik terhadap madzhab, padahal dalam “bermadzahab” tidak ada satu ulama’ khoirpun yang menganggapnya sebagai kewajiban. Sedang yang wajib adalah mengikuti Rasullullah dan hadits-hadits sahih.

    Baru inilah yang saya bisa sampaikan, lain kali akan disambung. Semoga apa yang saya tulis dapat menjadi “koreksi buat kita semua”. Walhamdulillah.

  32. Dedi Azqia berkata,

    Februari 4, 2009 pada 3:43 pm

    menilai kepandaian setiap orang, mengamalkan tantangan setiap orang. lebih baik berani mengamalkan islam, dari pada cuma berani menilai…jika ada dalil yang kuat, untuk apa berpegang pada pendapat yang belum tentu benar…

  33. sambora berkata,

    Februari 27, 2009 pada 10:14 am

    he nek reang kampung iku gak nu took catat itu…………………..

  34. sambora berkata,

    Februari 27, 2009 pada 10:17 am

    ojok nyungkan-nyungkani mbelo seng wes katok salahe emang person tapi mayoritas yah begitu ituuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuulah………………

  35. iwan harun berkata,

    Maret 30, 2009 pada 1:40 pm

    yang akusesalin kenapa ya gusdur itu kok di NU dia beda banget dengan mayoritas kiyai NU yang lain YANG wara soleh juga sangat rendah hati …. mudah mudahan gusdur cepet tobat ,, tapi wahabi sumpah itu sekelompok orang2 yang harus dibenerin mereka ini akan mendapat kan neraka karna amalan ibadah nya sendiri yang walau pun dilakukan dengan dalil tapi juga kesombongan nya itu pastilah sangat dibenci oleh allah…. buat temen 2 yang mau tanya masalah fikih dan juga permasalahan bidah silah kan kunjungi webset buya yahya.com dan majelis rosulullah.com insya allah anda akan akan tercerah kan dengan ilmu yangbener2 khak,,, biar gasuka lagi nyebarin fitnah ,,,,,,,, silah kan kunjungi web tersebut

  36. hadi berkata,

    April 11, 2009 pada 7:38 am

    aduh – aduh kang”
    podo ngoyo
    ngoyo temen
    tobat kabeh”
    sing bener islam”sesuai alquran dan sunnah”…tu liat yahudi & nashoro pada ketawa klo liat kita2 disini pada debat”sperti ini”
    tobat semua
    yo pasti sing bener bermanhaj ah lussunnah wal jamaah” berpegang teguh pada ulama2 salafiyin
    yo pora”……..ora wahabi, NU, muhammadiyah Persis dan lain2 sebagainya pasti ngaku bermanhaj salaf”……lha sing bener sing ndi”
    wallahul Mustaan”………………………………………
    sing penting Berpegang Teguh pada Hadis2 yg bener2 bagus sanadnya
    Ora usah ngaku Wong Islam nek wegah mengikuti Syariat islam Secara Mutlak
    “”"”"”"”

  37. hadi berkata,

    April 11, 2009 pada 8:00 am

    lha mbok kae Ulama Podo memperingatkan pemimpin supaya membubarkan prostitusi, tempat – tempat maksiat lainnya”,…….
    yo gimana lagi” yo………….aku orang NU yg bingung dengan ulama ku
    kemaksiatan di depan mata malah di biarkan lebih baik ngaji lagi yg sesuai dengan pemahaman salafussoleh Ahhhhhhhhhhhhh
    Kae tonggo ku mondoknya 20 tahun ning jawatimur dadi kyai
    anak nya yg perempuan Pupu ne ketok teros make celana Pokek
    priye wis”
    aq ora Meh nyalahke Organisasinya tapi Personnya
    wong ane di besarkan di Nu
    tapi NU moderat.
    rokok DjaRUM haram ( Demi Jesus Aku Rela Untuk Mati ) di singkat DJARUM
    kae ulama nya podo bingung mengeluarkan Fatwa,
    haram yo haram” Meh Debat masalag Agama YO keno
    tapi doso
    nek jare ulama ku
    debat itu ga kan pernag berakhir
    yg menang Setan
    lebih baik Musyawaroh
    PERJUANGKAN ISLAM SECARA BERSAMA -sama
    BIAR INDONESIA JADI NEGARA ISLAM
    KAYAK ARAB SAUDI KAYA RAYA AMAN”….MAW NYARI APA AJA ADA
    Telo, SINKONG, GORI, GEMbili PEROT makanan DAri Seluruh Dunia ada
    klo ga pErcaya tanyua Yg PErnah HIdup Nyantri Disana
    SElama Bertahun2. NEgara YG menJujung TInggi Syariat ISlam DI jamin Oleh Alloh KEmakmurannya
    ga KayaK INDONESIA NEGARA Penuh DengaN PROSTItusi Dan Khamer”Negara yg ABG nya PECANDU PORNO GRAFI
    YUK mari KITA BERSAMA -saMA BENAHI NEGERi yg kita CINTAI INI
    INgaT pARA PENdiRI NEGARA INI DULU paRA SYUhada “yg mempERJuangkan negaRa INI Untuk Menjadi NEgARA ISLAM
    ingat Kyai Hasyim ASyari, Kyai HAJi AHmaD dahlan PANGeran DIponegro, Pangeran ANtasari, TUANKU IMAM BONJOL daN mASIH BANyak laGI, MEreka BERJUANG melaWAN kaFIR2 Belanda DAN SEKUTUNYA DEMI AGAMA INI agam, ISLAM ”
    ga kaYak sEKARANG
    ANTUM SEMUA BERJuANG DONG MElawaN PROsTITUSI PORNOGRAFI, dan kEMAKSiatan yg laiinnya
    SAYANG ILMU AGAMA YG DALAM KALO GA PADA DI AMALKAN
    CUMA BUAT BERDEBAT AJA
    TU MASIH BANYAK KEMAKSIATAN AJA BELUM PADA BISA BENAHI, UDAH PADA PERANG SENDIRI
    Yo DO podo Saling Memaafkan”
    YOK BASMI KHAMAR dan PROSTITUsi baRENG2
    TU akhwat2 YG belum Nutup AURAT nya di Ceramahi Keluarkan dalil2nya buat ceramah”,…..JANGAN HANYA buaT BERDEbAT yg GA DA HABISNya.
    apa alagi Para CALEg pasang Spanduk, BALIHO.
    padahal kalo KAinnya Di buat Kerudung Buat Akhwat2yg belum Menutupi Auratnya secara penuh Secara Gratis Buat nutupi Auratnya, PAhala gede Banget………………….”

  38. andri berkata,

    April 28, 2009 pada 2:36 pm

    ISLAM is I=Ingin S= Selamat L= Lakukan A= Ajaran M= Muhammad, Smoga kita termasuk didalamnya dan mendapat SYAFAAT BAGINDA MUHAMMAD RASULULLAH SAW, AMIEN YA ROBB

  39. Nugroho berkata,

    Mei 29, 2009 pada 12:17 pm

    Duh Gusti Allah… Berilah ampun hamba-hamba_Mu ini ya Allah. Berilah kami petunjuk-Mu. Saudaraku… mbok iyao anda jangan ribut begitu. Lebih baik duduk bersama saling menimba ilmu, beri memberi ilmu, saling nasihat menasihati dengan penuh kelembutan untuk mencari ridho Allah.. kalau ribut seperti itu, orang kafir musuh kita yang sebenarnya semakin keras tertawa… saya bukan orang NU, Muhamadiyah atau lainnya. saya orang Islam.. saya ajak anda semua… mari kita ikuti cara cara Rasulullah dalam berdakwah. saya masih bodoh.. saya masih perlu belajar.. tapi saya malu melihat saudara-saudara saya pada debat seperti ini… jadinya seperti anak kecil. coba kita pikirkan kembali.. kalau anda berdebat seperti ini maka mungkin sekali penyusup-penyusup (musuh Islam) justru akan bermain. betulkan..? kita mulai saja dengan introspeksi diri.. jangan cari menang atau kalah. buang gengsi.. kalau salah ya segera taubat.. kalau benar ya jangan sombong… oke…? setelah kita tahu mana musuh kita yang sebenarnya… barulah kita hancurkan… Allahu Akbar.

  40. Al-Ikhwan berkata,

    Juni 7, 2009 pada 12:43 pm

    Kepada Semua Teman2 di Forum,
    Assalamu’alaikum….

    Saya tidak mau berpihak sama golongan apapun dalam forum ini, tapi ada sedikit hal yang ingin saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

    Telah sangat jelas diterangkan dalam Al-Quran akan adanya 73 golongan Islam. Dari 73 golongan ini hanya ada 1 golongan yang selamat diakhirat nanti. Golongan itu adalah umat yang mengikuti ajaran Rasulullah Muhammad SAW yang kemudian diteruskan oleh para sahabat, lalu kepada tabi’in, kemudian tabi’ut tabi’in, lalu diteruskan lagi kepada imam-imam atau para wali yang diturunkan Allah dalam masa 100 tahun sekali dimana para wali itu adalah orang2 yang Allah pilih untuk membantu Rasul dalam membimbing umat selepas peninggalan Beliau. Sangat tidak adil jika Allah membiarkan kita atau menelantarkan kita kedalam kesesatan serta ketidaktahuan.

    Kalau dahulu Allah menurunkan para Nabi & Rasul untuk menyelamatkan umat pada zamannya masing2 dimana jumlahnya bukan cuma 25 orang tetapi lebih yang rentang jarak waktunya paling lama 500 tahun pada setiap nabi, hinggalah pada saatnya Nabi Muhammad SAW yang diutus sbg nabi terakhir.

    Apakah pada zaman selepas Nabi Muhammad SAW Allah tega membiarkan umat dalam kesesatan selama hampir 1500 tahun?
    Jawabannya Tidak!
    Allah tetap menjaga keutuhan umat dengan diturunkannya para wali yang datang setiap 100 tahun sekali yang secara gaib dan diluar logika ruh para wali itu dapat bertemu Rasulullah SAW. Para wali inilah yang patut dijadikan guru mursyid sebagai tempat merujuk dan mempelajari Islam, orang yang mampu untuk memahami hati serta membimbing setiap anak muridnya pada kurun tersebut. Wali tersebut memiliki karomah yang tidak dimiliki para guru, ustadz, bahkan kiyai. namun para guru ataupun kiyai tadi jikalau merujuk pada wali yang ditunjuk mereka akan dapat merasakan karomah tsb. Sebagai contoh, wali songo yang ada di Indonesia. Mereka dapat terbang dan berjalan diatas air bukanlah isapan jempol atau dongeng belaka. Mereka memang orang2 yang ditunjuk Allah untuk mempimpin suatu golongan umat pada kurun itu. Mereka memiliki ruh yang bergantung kuat kepada Allah SWT, bahkan lebih kuat dari jasad yang mengukung badan mereka. Seperti burung didalam sangkar yang mampu terbang bebas walaupun dengan membawa sangkarnya! Itulah kekuatan Ruh yang hanya dimiliki oleh orang-orang super soleh seperti para wali.

    Kemudian selain daripada itu, Rasulullah SAW belumlah wafat, yang wafat hanya jasadnya. Ruhnya yang agung itu masih terus hidup hingga saat ini, sedih melihat kejahatan dan kezaliman yang dibuat oleh umatnya, saking jahatnya zaman ini bisa disebut sebagai zaman super jahiliyah! manusia tahu akan adanya Tuhan tapi mereka tetap bermaksiat, mereka tahu hidup di bumi Tuhan tapi mereka berbuat jahat di atasnya. Itulah zaman super jahliliyah tempat kita hidup saat saat ini.

    Tapi Allah tidak tidur, Dialah yang Maha Tahu atas apa yang akan berlaku di zaman ini. Dia telah menyiapkan sebuah agenda yang akan mencengangkan mata seluruh umat manusia. Dia-pun telah menyiapkan tapak tempat datangnya Imamul Mahdi, pemimpin yang yang paling ditunggu diakhir zaman ini, yaitu keturunan Rasulullah yang ke-33. Kekuatan SUPER ZALIM yang berlaku saat ini hanya bisa dihancurkan oleh kekuatan SUPER SOLEH! Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, dalam sekejap Aceh pun bisa dihancurkanNya. Karena kekuatan akal tidak akan bisa dikalahkan oleh kekuatan hati/ruh.

    Ohya, satu lagi. Islam tidak dapat dipahami hanya dengan LOGIKA ataupun AKAL, tetapi Islam hanya dapat dipahami dengan HATI, guru yang baik adalah para mursyid yang mampu mengajarkan dan memahamkan tentang Islam kepada anak muridnya dengan Transfer Ilmu Melalui Hati, bukan Akal yang banyak dilakukan selama ini. Karena akal manusia sangat terbatas. Akal manusia tak akan mampu menjangkau bagaimana hebatnya pasukan Islam pada perang Badar yang jumlahnya hanya 313 dapat menang melawan kaum kafir yang jumlahnya ribuan (ntah 1000 atau 10.000 atau 100.000). Karena secara akal jumlah tersebut sangat mustahil untuk menang.

    Dari uraian di atas kesimpulan yang dapat diambil adalah, pelajarilah Islam yang kaffah melalui seorang guru yang mursyid, dimana hatinya selalu terpaut dengan Allah, dimana beliau sangat memahami tentang hal-hal yang sedang berlaku di zaman itu. Wajib bagi kita untuk mencarinya, karena disetiap kurun Allah datangkan wakilNya, dia bukanlah Nabi apalagi Rasul, tapi dia adalah orang yang ditunjuk sebagai pemimpin umat pada kurun tersebut. Allah itu Maha Adil, tinggal kita apakah mampu adil pada Ruh kita yang pada hakikatnya tunduk dan patuh pada Allah sebelum kita terlahir ke dunia ini? Dengan mengajaknya untuk mengenal Allah bukan hanya sebatas mengetahuinya saja. Kita masih baru tahu adanya Allah tapi belum mengenalnya. Kalau saja kita kenal siapa Allah niscaya kita akan sangat berhati-hati dalam berkata-kata dan bersikap, hakikatnya kita hanyalah hamba yang cuma singgah di dunia tak sampai 1 hari dalam hitungan akhirat yang abadi.

    Penting untuk diingat :
    Buku atau media apapun yang tidak diketahui asal-usul penulisnya jangan kita percaya begitu saja, karena buku atau media tersebut telah dikuasai kafir yang ingin menghancurkan Islam, pilih dan pilahlah, lebih-lebih temukan guru mursyid itu. InsyaAllah kita diselamatkan dan tergolong pada Islam yang selamat dari 72 golongan lain dimana neraka Wail telah menunggu!

    Mohon maaf atas kesalahan, karena saya hanyalah orang yang masih jahat yang belum pandai mensyukuri nikmat-Nya.

    Wassalam

  41. jamali berkata,

    Oktober 28, 2009 pada 1:54 am

    belajarlah jangan dari buku-buku melulu tanpa ada yg membimbing, tanyalah pada nurani. terperosoknya seseorang biasanya karena leterbatasan ilmu tapi semangat menggebu

  42. BIN BASS berkata,

    November 7, 2009 pada 8:53 pm

    mari kita basmi paham paham sesat seperti WAHABI ini.


Tulis sebuah Komentar